Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Sunday, November 11, 2012

Penyebab Anak Nakal

Penyebab Anak Nakal Setiap orang tua tentunya menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya baik itu dalam bidang kesehatan, dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, dalam masa pendidikannya termasuk dalam hal mencegah anak menjadi anak. Fenomena anak nakal sekarang ini memang seringkali menghiasi media massa baik media massa elektronik, online atau pun surat kabar. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyebab anak menjadi nakal dan juga penyebab anak bandel dan cara mengetasinya dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Prioritas orang tua dalam hal Kesehatan Anak akan selalu didahulukan termasuk dalam masa pertumbuhan perkembangan anak itu sendiri. Karena masa tumbang anak adalah masa emas dalam hal membentuk karakter dan kepribadian seorang anak. Masa sekarang ini banyak pula orang tua seringkali datang kepada psikolog dengan keluhan bahwa anak mereka nakal dan sering membuat masalah. Kenakalan anak yang cukup sering dilaporkan adalah kebiasaan suka memukul, sering berteriak, senang membantah atau beradu argumen jika dinasehati, sering berkelahi atau berbuat kasar pada teman, sering mengeluarkan kata-kata kasar dan lain sebagainya. Pertanyaan yang seringkali muncul dari para orang tua adalah, "MENGAPA ANAK SAYA BISA TUMBUH MENJADI ANAK YANG NAKAL?"

Penyebab Anak Nakal Dan Bandel

Penyebab anak menjadi nakal bisa dari beberapa faktor baik itu dari faktor keluarga itu sendiri atau pun faktor lingkungan. Kedua faktor tersebut yang paling banyak bisa menimbulkan kenakalan anak dan remaja dan ini harus diwaspadai oleh para orang tua.

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan kenakalan pada anak dan diantaranya yaitu :
  1. Pengaruh Pendidikan Orang Tua Yang Buruk. Akhlaq anak adalah biasanya adalah cerminan bagaimana akhlaq kedua orang tuanya. Untuk itu sebagai orang tua yang baik tentunya menanamkan pendidikan agama dan pendidikan islami adalah hal terpenting yang perlu diberikan kepada seorang anak semenjak dini. Dengan kita menanamkan budi pekerti yang baik dan pengetahuan islami yang cukup kepada anak-anak kita bisa merupakan salah satu cara mengatasi anak nakal dan bandel sehingga ini bisa dilakukan sebagai cara preventif pencegahan anak menjadi anak yang bandel serta juga nakal yang tidak bisa dikendalikan. Semoga kita terhindar dari anak-anak yang nakal dan tidak menghormati kepada orang tuanya aamiin...aamiin.
  2. Pengaruh Lingkungan Terhadap Anak. Satu hal yang tidak boleh kita kesampingkan dalam rangka mendidik anak putra-putri kita adalah lingkungan yang baik. Karena pengaruh lingkungan yang buruk serta pergaulan anak yang salah akan bisa membawa anak-anak kita ke jalan yang salah serta sesat. Dalam pandangan agama Rasulullah mengingatkan akan dampak dari teman pergaulan dalam salah satu hadistnya yaitu :"Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi). Maka, penjual minyak wangi bisa jadi memberimu minyak wangi atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi), bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya." (HR. Bukhari no. 5214, dan Muslim no. 2628 )
  3. Sumber pengetahuan Yang Didapat. Maksudnya dalam hal ini adalah sumber bacaan dan juga sumber tontonan anak-anak kita. Kita mengetahui bahwasannya sifat alamiah anak adalah meniru dan anak bisa dikatakan sebagai peniru ulung. Anak-anak mempunyai jiwa yang masih polos, sehingga sangat mudah untuk bisa terpengaruh dan mengikuti apa pun yang dilihat dan didengarnya dari sumber bacaan atau berbagai tontonan. Apalagi, memang kebiasan meniru dan mengikuti orang lain merupakan salah satu watak bawaan manusia sejak lahir. Lantas bagaimana kalau anak-anak kita mendapatkan bacaan dan tontonan yang tidak baik bahkan jauh dari hal-hal yang positif. tentunya hal ini akan semakin mempermudah anak menjadi sesuatu yang tidak kita harapkan bukan ?
Untuk itu sahabat-sahabat semuanya kita harus bisa menanamkan pengetahuan agama yang baik kepada buah hati kita serta juga pendidikan yang baik serta satu hal juga contoh yang baik dari kita sebagai orang tua karena hal tersebut bisa mencegah kenakalan anak remaja. Lalu bagaimana cara mengatasi anak nakal dan pendidikan yang baik dari orang tua agar anak-anak kita tidak menjadi nakal akan kita posting dalam suatu postingan khusus mengenai hal itu. Semoga artikel penyebab anak nakal ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat bagi saya dan juga sahabat-sahabat semuanya.

Thursday, October 25, 2012

Tanda Haji Mabrur

Tanda-Tanda Haji Mabrur - Tanda-Tanda Haji Mabrur Tentunya bagi setiap kita yang telah melaksanakan ibadah haji, mendapatkan haji yang mabrur adalah keinginan dan niat yang ingin didapatkan. Karena memang besar dan utamanya ibadah haji ini bila kita bisa mendapatkan haji yang mabrur. Lalu bagaimana dengan cri-ciri kalau beribadah haji itu akan mendapatkan haji yang mabrur.

Banyak amalan yang diutamakan dalam bulan dzulhijjah ini. Keutamaan bulan dzulhijjah salah satunya menjalankan ibadah haji dan juga berqurban di hari raya Idul Adha. Ada beberapa keutamaan hikmah qurban yang bisa kita dapatkan bila melaksanakannya dalam bulan mulia Dzulhijjah ini. Kembali ke dalam pokok pembahasan kali ini. Segala amal ibadah seorang muslim akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala selama dijalani dengan niat yang lurus dan sesuai tuntunan bagi tuntunan yang terdapat dalam Al-Qur'an maupun yang terdapat dalam al-hadist. Demikian juga kemabruran haji dapat diupayakan oleh setiap muslim yang berhaji ke tanah suci. Haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah lantaran dilaksanakan dengan sempurna yang memenuhi semua syarat dan rukunnya demikian adalah pengertian haji mabrur.

Tanda Ciri Haji Mabrur

Sebenarnya yang mempunyai hak menilai kemabruran haji seseorang hanyalah Allah Ta'ala. Dan sebagai manusia kita hanya bisa menilai mabrur tidaknya haji dari pandangan manusia saja. Ada beberapa tanda menurut para Ulama Islam berdasarkan akan keterangan serta nash Al-Qur'an dan As-Sunnah. Berikut beberapa tanda haji mabrur tersebut :
  1. Segala amalan ibadah haji dilakukan dan berdasarkan atas keikhlasan mendapatkan keridhoan Allah Ta'ala dan juga dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dalam melaksanakan ibadah haji ini kita harus benar-benar meluruskan niatan hati kita ikhlas karena Allah, bukan karena kita naik haji karena gengsi, untuk status sosial atau niat keliru lainnya untuk mendapatkan pandangan masyarakat saja. Inilah salah satu ciri haji yang mabrur.
  2. Harta yang digunakan dalam melaksanakan haji tersebut adalah dari hasil harta yang halal. Karena sesuatu yang baik dalam hal apa pun akan menghasilkan hasil yang baik bila hal tersebut juga berasal dari yang baik. Untuk itu bila kita memang menginginkan pergi haji dan melaksanakan ibadah haji maka kita juga harus bisa memastikan harta yang dipakai kita adalah halal agar bisa bisa nantinya mendapatkan haji yang mabrur.
  3. Melaksanakan serangkaian ibadah haji yang telah dituntunkan dan ditambah serta dipenuhi dengan amalan-amalan ibadah lainnya yang menyertainya seperti halnya memperbanyak dzikir di Masjidil Haram, memperbanyak sedekah di kala haji dan berkata-kata yang baik. Point pentingnya adalah dengan banyak melakukan kebaikan di dalam melaksanakan haji tersebut. Di antara amalan khusus yang disyariatkan untuk meraih haji mabrur adalah bersedekah dan berkata-kata baik selama haji. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang maksud haji mabrur, maka beliau menjawab :"Memberi makan dan berkata-kata baik." (HR. Al-Baihaqi 2/413 (no. 10693).
  4. Tidak melakukan perbuatan maksiat khususnya dalam melaksanakan ihram. Larangan berbuat maksiat ini memang dalam setiap tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat sedang melaksanakan haji, maka meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat adalah salah satu cara dan tips agar haji kita memperoleh kemabruran. Hal-hal yang termasuk dilarang dalam ihram dan haji adalah rafats, fusuq dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji. Pengertian rafats adalah semua bentuk kekejian dan perkara yang tidak berguna. Termasuk di dalamnya bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Fusuq adalah keluar dari ketaatan kepada Allah, apapun bentuknya. Dalilnya adalah salah satunya hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu :"Barang siapa yang haji dan ia tidak rafats dan tidak fusuq, ia akan kembali pada keadaannya saat dilahirkan ibunya." (HR. Muslim (1350).
  5. Kebaikan dan amal sholehnya meningkat setelah pergi melaksanakan ibadah haji. Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah diberikan taufik untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah tidak menerima amalannya. Sama halnya dengan diterima amalan ibadah puasa ramadhan maka bila sebelas bulan berikutnya amalan ibadah kita meningkat maka itu adalah salah satu tanda ibadah puasa Ramadhan kita diterimaNya. Sehingga tentunya kita lebih memahami bahwasannya setelah melaksanakan ibadah haji maka amalan ibadahnya akan semakin baik, banyak bertaubat setelah haji, berubah menjadi lebih baik baik dalam ibadahnya kepada Allah dan juga hubungannya antara sesama manusia, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal yang lebih mantap dan benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu adalah salah satu tanda haji mabrur.
Dan semoga pula kita doakan agar para jamaah haji Indonesia dan juga jamaah seluruh dunia yang melaksanakan haji akan mendapatkan pahala haji mabrur karena pahala balasan haji mabrur adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Wednesday, October 10, 2012

Keutamaan Hikmah Qurban

Keutamaan Hikmah Qurban - Keutamaan Hikmah Ibadah Qurban Bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir dalam tahun Hijriah merupakan salah satu bulan yang mulia dan tentunya sebagai umat muslim kita tentu mengena akan bulan tersebut. Jika menyebut bulan Dzulhijjah, tentunya yang terlintas dalam pikiran kita adalah bulan Haji serta juga hari lebaran kurban. Karena dua hari Raya Islam adalah hari qurban dan juga hari Raya Idul Fitri setelah kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh di Bulan Ramadhan yang telah lalu.

Mengenai manfaat dan hikmah haji sahabat bisa membacanya di hikmah ibadah haji. Bulan haji ini di Indonesia bahkan diidentikkan dengan bulan yang banyak dimanfaatkan untuk acara pernikahan di bulan haji Bulan Dzulhijjah ini dan juga banyak yang menikah juga pas hari raya idul adha setelah sholat hari raya idul adha akan diikuti dengan pembagian daging kurban. Tetapi tentu saja dalam Islam bulan ini memiliki kedudukan yang mulia serta terdapat banyak sekali amalan bulan dzulhijjah yang dapat kita kerjakan dan sayang sekali untuk dilewatkan.

Dalam bulan haji ini juga disyariatkannya untuk menyembelih hewan qurban setelah sholat ied Idul Adha. Adapun dalil yang menunjukkan disyariatkannya menyembelih hewan qurban adalah Al-Qur`an, As-Sunnah, dan kesepakatan para ulama. Adapun dalil dari Al-Qur`an, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban." (QS. Al-Kautsar: 2). Dan adapun dalil menyembelih hewan Qurban dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah : "Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami, dan barangsiapa yang telah menyembelih sebelumnya maka itu hanyalah daging yang dia persembahkan untuk keluarganya, tidak termasuk ibadah nusuk sedikitpun." (HR. Al-Bukhari no. 5545 dan Muslim no. 1961/7)

Keutamaan Hikmah Berqurban

Ada beberapa keutamaan dan hikmah berqurban yang bisa kita petik di balik disyariatkannya berqurban. Dan berikut beberapa keutamaan berqurban dan diantaranya yaitu :
  1. Berqurban dalam agama kita Islam ini adalah juga merupakan syi’ar-syi’ar Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang telah lewat penyebutannya dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Al-Hajj ayat 36 yang artinya adalah : "Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.". Demikianlah dengan berqurban maka kita juga termasuk mengagungkan salah satu dari syiar-syiar Islami.
  2. Keutamaan qurban berikutnya adalah bahwasannya berqurban termasuk dalam hal qurban dalam hari raya Idul Adha ini adalah merupakan bagian dan salah satu dari Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan dan melaksanakannya. Maka setiap muslim yang berqurban di hari Raya Idul Adha ini seyogyanya mencontoh dan meneladani beliau Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam pelaksanaan ibadah qurban yang mulia ini.
  3. Memberikan dan memotong hewan qurban ini termasuk salah satu bentuk ibadah kepada Allah Ta'ala yang paling utama. Dalil berqurban adalah bentuk ibadah yang utama adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang artinya :"Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’." (QS. Al-An’am: 162-163). Dan juga firman Nya yang lainnya yang artinya :"Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban." (QS. Al-Kautsar: 2)
Setelah kita mengetahui akan beberapa keutamaan berqurban maka ada juga beberapa hikmah berqurban. Beberapa hikmah di balik menyembelih hewan qurban diantaranya yaitu :
  1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan. Karena begitu banyak limpahan nikmat yang telah Allah Ta'ala karuniakan kepada kita semuanya dan termasuk juga nikmat sehat yang ada pada diri kita semuanya adalah merupakan salah satu bentuk kecil nikmat Allah atas kita dari berbagai nikmat Allah yang tak akan mungkin kita bisa menghitungnya.
  2. Hikmah qurban berikutnya adalah menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dan juga menjalankan sunnah Nabi Ibrahim tersebut. Ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha). Begitu banyak pula hikmah keutamaan ajaran Nabi Ibrahim ini dalam hal berqurban.
  3. Hikmah berqurban ini juga agar kita sebagai seorang mukmin untuk bisa mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.
  4. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, "Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah."( Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379 )
Demikian sahabat-sahabat semuanya sedikit mengenai keutamaan hikmah qurban di Hari raya Idul Adha yang sebentar lagi datang menghampiri kita. Bila kita diberikan kelapangan harta maka disunnahkan kepada kita semua untuk bisa berqurban.

Tuesday, October 9, 2012

Mengapa Muslimah Berjilbab

Mengapa Muslimah Berjilbab - Mengapa Muslimah Harus Berjilbab Rasulullah shallallahu 'alaiahi wa sallam menyebut beberapa orang wanita sebagai orang yang berpakaian tetapi telanjang. Maksudnya adalah secara lahiriah wanita tersebut mengenakan pakaian, tetapi pada hakekatnya mereka adalah bertelanjang. Sebab, kendatipun mereka berpakaian, tetapi masih memperlihatkan lekuk tubuh dan juga mereka berpakaian yang terlalu tipis atau pun tembus pandang.

Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Tetapi kata ini lebih sering mengarah pada kata "jilbab". Tetapi dalam ilmu islam hijab tidak terbatas pada jilbab saja, juga pada penampilan dan perilaku manusia setiap harinya. Pengertian hijab (jilbab) menurut bahasa berarti penutup antara dua sisi, baik itu berupa tembok atau tikar. Demikian adalah pengertian dari hijab menurut tata bahasa. Di Indonesia Jilbab ini seringkali disamakan atau pun diidentikkan dengan hijab. Atau bahkan seringkali pula hijab ini berarti sama dengan jilbab. Arti mudahnya jilbab adalah menutupi aurat para wanita dan itu memang telah dituntunkan Al-Qur'an agar para wanita menggunakan Jilbab / Hijab.

Mengapa Muslimah Berjilbab

Mengapa muslimah harus mengenakan jilbab, mengapa tidak pakai jilbab saja seperti kebanyakan wanita pada umumnya saja. Apalagi kan pakai jilbab jadi ribet ? itu sebagian kecil dari alasan para wanita tidak mengenakan jilbab dan alasan-alasan lainnya. Wanita adalah kaum yang memiliki tingkat perasaan yang lebih peka daripada kaum laki-laki. Dan juga rasa malu wanita lebih tinggi dari kaum laki-laki. Dan sudah semestinya wanita yang muslimah yang memiliki rasa malu akan menutupi tubuhnya dengan jilbab dan mengikuti Ummahatul Mukminin.

Muslimah berjilbab adalah juga salah satu cara menjalankan syariat Allah dan juga Islam. Serta juga cara mengagungkan syiar agama Allah di muka bumi ini. Orang akan berpikir berulang kali pula untuk berbuat jahat kepada wanita berjilbab, karena pintu kejahatan terhadapnya juga tertutup rapat. Para lelaki juga akan segan untuk menyakiti, mengganggu, atau berbuat jahat terhadap kaum muslimah.

Ada beberapa alasan mengapa wanita muslim mengenakan jilbab. Berikut beberapa alasan mengapa muslimah berjilbab :
  1. Alasan pertama adalah karena anda (kaum perempuan) adalah seorang muslimah. Sebagai seorang muslimah maka wajib menaati perintah Allah. Berikut adalah beberapa dalil Qur'an untuk menggunakan jilbab dan keharusan mengenakan jilbab diantaranya yaitu : Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 33 : 59 ) dan dalil perintah berjilbab “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS. Al A’raaf: 26)
  2. Karena perempuan Muslimah tentunya mengharap Rahmat Allah Ta'ala, sedangkan Allah Yang Maha Kuasa hanya melimpahkan RahmatNya kepada orang yang bertakwa dan beriman kepada ayat-ayatnya. Allah Ta'ala berfirman :"Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami" (QS. Al-Ar'af : 156 ).
  3. Karena tidak mengenakan jilbab berarti bermaksiat kepada Allah yakni membuka aurat. Dengan para wanita membuka aurat, berarti wanita tersebut telah menaati setan yang selalu membisikkan untuk membuka aurat dan berbuat jahat. "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya" (QS. Al-A'raf : 20 ).
  4. Alasan keempat mengapa muslimah berjilbab adalah karena wanita perempuan muslimah takut terhadap akhir dari perjalanan orang-orang yang berbuat maksiat. Sebagaimana kita mengetahui akan murka Allah di dunia azabNya di akherat kelak. Kita bisa membayangkannya demikian, bayangkan diri kita di saat hari pemaparan dalam keadaan telanjang, penuh rasa takut, gundah dan bingung. Sementara api neraka berkobar-kobar karena marah dan panas. Membakar para pelaku maksiat, sedang Rabb Pemilik Arsy marah. Sedang orang-orang mukmin menghuni surga abadi selamanya.
Demikian beberapa alasan kenapa para wanita dan perempuan menggenakan jilbab. Karena memang pengetahuan agama dalam hal ini kurang dan masih perlu belajar banyak lagi maka diatas adalah beberapa alasan mengapa seorang muslimah mengenakan jilbab daripada kacamata seorang perawat. Karena tentunya alasan dan sebab mengapa wanita harus mengenakan jilbab banyak juga diulas oleh para ustadz-ustadz dan juga banyak website Islami yang memberikan ulasan lebih gamblang dengan dalil-dalil yang shahih dan kuat baik dari Al-Qur'an atau pun Hadits tentang jilbab, manfaat keutamaan jilbab dan sejenisnya. Dan semoga pula bisa bermanfaat serta dapat memberikan manfaat.

Monday, September 24, 2012

Hikmah Keutamaan Haji

Hikmah Keutamaan Haji - Hikmah Keutamaan Ibadah Haji Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Pengertian haji secara estimologi (bahasa) berarti kunjungan, ziarah dan juga perjalanan (Al Qasdu), sedangkan Haji menurut syara’ berarti Perjalanan menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus, tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh) yang merupakan tempat-tempat penting dalam Ibadah Haji.

Hikmah Keutamaan Haji

Sudah kita ketahui bersama bahwa haji adalah ibadah yang amat mulia. Ibadah haji pula ada syarat rukun haji yang harus dipenuhi pula untuk bisa melaksanakan ibadah haji sesuai dengan Al-Qur'an Dan As-Sunnah yang telah dicontohkan beserta juga dalil-dalil Qur'an dan Hadist mengenai ibadah haji.. Ibadah tersebut adalah bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya. Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Perintah rukun Islam yang kelima itu wajib bagi yang mampu menjalankannya. Dan sekarang ini seluruh Umat Islam di dunia sedang mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci

Beberapa hikmah haji diantaranya yaitu :
  1. Membersihkan dosa. Kita sebagai umat manusia tentunya idak akan terlepas dari dosa, lupa dan khilaf. Dan ibadah haji ini salah satu hikmah menunaikan haji adalah salah satu syariat agama dalam rangka membersihkan dosa, walaupun banyak juga cara untuk membersihkan dosa selain dengan haji ini. Mengerjakan ibadah haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji itu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa dan bertaubat.
  2. Meningkatkan Keimanan dan Meneguhkan Keimanan. Pada pelaksanaan ibadah haji ini tentunya seluruh umat Islam di dunia berkumpul. Dari berbagai macam ras, suku, negara dan sebagainya dan semuanya berkumpul untuk satu tujuan yaitu menjalankan salah satu rukun Islam dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Dengan berbagai macam warga negara dan berbagai bentuk dan macam manusia dengan satu tujuan maka hal tersebut akan meningkatkan keimanan kita.
  3. Belajar akan Sejarah dan Meneladaninya. Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah dalam agama Islam. Di antaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah, para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus saleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil iktibar atau pengajaran untuk membangun jiwa seseorang. Contoh peristiwa sejarah ibadah haji dan asal muasal ibadah haji, pelajaran dari ibadah haji diantarnya yaitu : Pertemuan di antara Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa di Padang Arafah. Siti Hajar dan Nabi Ismail a.s. ditinggalkan di tengah padang pasir yang kering kerontang di antara Bukit Safa dan Marwah. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail a.s. sebagi menurut perintah Allah. Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. mendirikan Kakbah. Lahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis, tetapi mempunyai akhlak yang terpuji hingga mendapat gelaran Al-Amin. Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingati seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat menegakkan agama Allah.
Demikian tadi beberapa hikmah ibadah haji yang telah manjadi salah satu rukun Islam. Selain dari hikmah sejarah Ibadah haji ada juga keutamaan ibadah haji bagi yang akan, telah menjalankan haji.

Berikut beberapa keutamaan haji diantaranya yaitu :
  1. Haji merupakan amalan ibadah yang paling afdhol. Amalan ibadah Haji adalah salah satu ibadah dalam Islam dan juga amalan ibadah yang banyak memberi manfaat. Dalil hadist nabi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyatakan keutamaan ibadah haji salah satunya yaitu : Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)
  2. Balasan haji Mabrur adalah Surga. Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119). Dan semoga semua jamaah haji baik dari Indonesia maupun negara lainnya yang tengah menjalankan ibadah haji ini mendapatkan pahala haji mabrur. Dan mengenai haji mabrur ini pula ada beberapa syarat tanda haji mabrur yang harus dipenuhi untuk bisa menyandang predikat haji yang mabrur.
  3. Orang yang menjadi Berhaji adalah tamu Allah. Siapa saja yang menunaikan ibadah haji ini merupak tamu-tamu Allah. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda," Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893)
Begitu besar dan begitu mulia ibadah haji ini tentunya bagi yang mampu dan semoga pula para jamaah haji mendapatkan pahala dan ganjaran haji yang mabrur dan semoga pula kita suatu saat nanti akan menyusul menjadi "Tamu Allah" , dimudahkan oleh Allah untuk bisa pula menunaikan ibadah haji, dengan mendapatkan rejeki yang halal dan berkah untuk bisa berhaji di Tanah Suci aamiin..aamiin.

Dan selain dari keutamaan haji tadi di atas, dalam bulan Dzulhijjah ini ada juga bentuk ibadah yang disyariatkan dan diambil kisahnya dari pengorbanan Nabi Ismail oleh sang Ayah yaitu Nabi Ibrahim yaitu Ibadah Qurban. Bagitu banyak pula manfaat dan hikmah berqurban ini dan sahabat bisa membacanya lebih lanjut dalam Hikmah Keutamaan Qurban da selamat membaca dan semoga juga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat aamiin..aamiin.

Saturday, September 15, 2012

Mensyukuri Nikmat Sehat

Mensyukuri Nikmat Sehat - Mensyukuri Nikmat Sehat. Sebagai umat islam tentunya kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang telah disyariatkan dan diatur baik itu dalam Al-Qur'an atau pun dalam hadist-hadist Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Termasuk dalam hal kewajiban bersyukur atas nikmat sehat yang kita terima dan peroleh dari Allah Ta'ala semenjak kita masih dalam kandungan ibu kita sampai kita dewasa seperti sekarang ini.

Sehat dan pengertian sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.( Menurut UU N0. 23/1992 tentang kesehatan). Dengan tubuh yang sehat pula maka kita sebagai makhluk yang mempunyai kewajiban mengerjakan ibadah akan bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan juga memperoleh kebaikan pula dari ibadah yang kita laksanakan.

Lalu bagaimana hubungan antara sehat kesehatan ini dengan Islam ? Islam memandang, bahwa kesehatan merupakan nikmat dan karunia Allah Ta'ala yang wajib disyukuri. Disamping itu sehat juga adalah obsesi setiap manusia berakal, hal ini dikarenakan tidak seorang manusia pun yang tidak ingin selalu sehat, agar tugas dan kewajiban hidup dapat dilaksanakannya dengan baik.

Mensyukuri Nikmat Sehat

Meskipun nikmat sehat merupakan kebutuhan fitrah manusia dan nikmat Allah, tetapi banyak manusia yang mengabaikan dan melupakan nikmat sehat ini, sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw :" Ada dua nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat sehat dan peluang kesempatan" (HR Imam Bukhari).

Karenanya kesehatan merupakan salah satu perkara yang diminta pertanggungjawabannya di hadapan pengadilan Allah Ta'ala kelak di Hari Kiamat, seperti dalam hadits Rasulullah yang berbunyi : "Nikmat yang pertama ditanyakan kepada setiap hamba pada hari Kiamat dengan pertanyaan "Tidakkah telah Kami sehatkan badanmu dan telah Kami segarkan (kenyangkan) kamu dengan air yang sejuk" (HR Imam Tirmizi). Itulah beberapa hadist Nabi Rasulullah yang berkaitan dengan kesehatan.

Untuk itulah salah satu jalan dan usaha kita dalam hal mensyukuri nikmat sehat ini adalah dengan senantiasa bersyukur pada Allah tatkala diberi kesehatan. Senantiasa bersyukur dengan melakukan ketaatan dan ibadah yang wajib maupun yang sunnah, maka niscaya Allah Ta'ala akan memberi kenikmatan yang lainnya dan lebih banyak lagi kenikmatan. Bersyukurlah atas nikmat sehat sebelum datang sakit. Dan bila kita diuji dengan sakit maka bersabar dan berprasangka baik kepada Allah adalah perkara wajib bagi setiap mukmin. Karena banyak hikmah di balik sakit bagi orang mukmin itu sendiri.

Rasulullah shallallahu a'alaihi wa salam bersabda :"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu" (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok, 4/341, dari Ibnu ‘Abbas.)

Cara lainnya dalam mensyukuri nikmat sehat ini adalah dengan menjaga kebersihan. Islam juga memberikan perhatian dalam rangka menjaga kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat dengan adanya anjuran dan perintah menjaga kebersihan. “Annadha fatu minal iiman” kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya untuk mencapai kesehatan. Dengan fisik yang sehat kita akan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih fokus dalam bekerja-belajar, lebih siap mengemban amanah, lebih totalitas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Demikian tadi yang sedikit mengenai akan nikmat sehat yang Allah karuniakan kepada kita semua dan semua makhluk Allah di alam semesta ini. Dan sikap muslim dalam persepsi sehat dan bersyukur atas nikmat sehat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk selanjutnya akan diposting mengenai tips hidup sehat dalam Islam dan semoga nantinya juga bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semuanya.

Thursday, September 13, 2012

Film Kontroversial Innocence of Muslims

Film Kontroversial Innocence of Muslims - Blokir Film Kontroversial Innocence of Muslims Belum lama ini di YouTube telah memblokir film pendek 'Innocence of Muslims' yang merendahkan agama Islam ini dan juga merendahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan, Indonesia sudah berhasil meminta Youtube untuk memblokir film 'Innocence of Muslims' itu. "Sudah berhasil diblokir sore ini, Indonesia sudah bekerja sama dengan Youtube dan sudah dilaporkan bahwa Innocence of Muslims diblokir untuk Indonesia," ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Kamis, 13 September 2012 malam.

Postingan ini adalah salah satu ajakan dari sahabat Denai Hati dalam salah satu entri nya yang bertajuk Innocence of Muslims apa tindakan anda ? yang mengajak kita semua para blogger muslim yang peduli akan Islam ini untuk terus mengkampanyekan antipati dan stop film 'Innocence of Muslims' beredar di masyarakat dan menghimbau untuk tidak menonton film penghinaan dan pelecehana terhadap Islam Agama Allah ini dan Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam. Semoga pula sahabat-sahabat blogger lainnya peduli akan hal ini dan memberikan kontribusinya terhadap Agama Allah ini melalui postingan bertemakan ajakan blokir stop film 'Innocence of Muslims'.

Tolak Stop Film 'Innocence of Muslims'

Film Innocence of Muslim ini yang jelas-jelas menghina dan merendahkan agama Islam ini. Produksi film yang disutradarai oleh warga Israel keturunan AS, Sam Bacile ini, didanai 100 orang Yahudi. Film itu sendiri berisikan adegan-adegan pria yang memerankan tokoh Nabi Muhammad. Melalui video besutannya sutradara dan produser berusia 52 tahun itu juga menyebut bahwa Islam merupakan agama yang penuh dengan kebencian. Film itu menghina Nabi Muhammad, dengan menggambarkannya sebagai seorang homoseksual, pelaku pelecehan anak-anak, penyuka banyak perempuan, dan haus darah. Meski jelas-jelas menayangkan penghinaan pada ajaran agama tertentu, Bacilie justru berdalih bahwa video besutannya untuk kepentingan politik dan sama sekali tidak mengandung penghinaan terhadap agama.

Itulah salah satu dari sekian banyak makar-makar yang dilakukan oleh "musuh-musuh Allah" dan yang membenci akan Islam yang mulia ini. Akankah kita yang 'mengaku Muslim rela agama kita dilecehkan, dihina...?' Apakah keimanan kita begitu rendah sehingga kita tak berusaha membela Agama Allah ini dengan apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan dan apa yang bisa kita miliki. Untuk itulah saya juga mengajak sahabat-sahabat blogger untuk ikut serta membela agama Islam ini dengan turut membuat postingan tentang blokir film 'Innocence of Muslims' dan STOP penayangannya di youtube.

Agama kita mengajarkan akan toleransi terhadap agama lainnya. Islam membolehkan, bahkan menganjurkan kepada pemeluknya untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang kafir, seperti membantu urusan mereka, menyambung tali silaturahim, saling membagi makanan, dan lainnya. Tapi dengan syarat, selama mereka tidak memerangi agama Allah dan tidak mengusir umat Islam dari negeri mereka.

Namun apabila orang kafir sudah berani menghina Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam, memerangi kaum muslimin karena agama mereka, dan mengusirnya dari negeri mereka, maka umat Islam tidak boleh berbaik-baik dan bermuka manis kepada mereka, sebaliknya harus mengumandangkan permusuhan terhadap mereka.

Hal tersebut telah Allah firmankan dalam salah satu ayatNya yaitu : "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (QS. Al Mumtahanah: 8-9).

Semoga kita terketuk hatinya untuk turut mengkampanyekan blokir stop film 'Innocence of Muslims' dan juga membela agama Allah ini. Benar sekali kalimat sahabat Denai Hati kalau bukan kita umat Islam yang membela dan mempertahankan Islam..lalu siapa lagi ?

Wednesday, September 5, 2012

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat - Mendidik Mengajarkan Anak Shalat Sejak Dini Sebagai orang tua tentunya kita semuanya menginginkan agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh serta juga sholehah. Tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan anak-anaknya terjerumus dan terperosok di jalan-jalan yang tidak benar yang senantiasa disebarkan oleh setan musuh kita semua sebagai umat Islam. Dan salah satu cara membentengi diri terhadap setan adalah dengan menjalankan dan mendirikan sholat.

Sebenarnya mengajarkan anak shalat serta akan pentingnya shalat memang seharusnya sudah dimulai sejak dari janin. Seorang Ibu yang senantiasa menjaga wudhu serta shalatnya pada saat hamil berarti telah mengenalkan shalat kepada janin yang dikandungnya. Makna bacaan shalat akan terekam dan akan memberikan pengaruh positif bagi sang janin. Mau jadi seperti apa anak kita, maka penanaman hal-hal yang kita inginkan tersebut sudah dimulai dari dalam kandungan. Dan mengajarkan anak shalat adalah sangat penting dimulai sejak sedini mungkin.

Kalau membicarakan mengenai perintah shalat maka hal tersebut adalah salah satu hal yang terpenting dalam aspek spiritual dalam kehidupan anak. Karena membiasakan serta juga mendidik mengajarkan anak shalat dalam masa kecil dan anak-anak akan banyak memberikan manfaat untuk kehidupan remaja serta dewasanya kelak.

Mendidik Mengajarkan Anak Shalat Sedini Mungkin,BLog Keperawatan

Mendidik melatih anak shalat sejak dini adalah satu hal yang tidak boleh dikesampingkan oleh para orang tua. Karena hal tersebut adalah salah satu kewajiban kita sebagai orang tua. Semuanya tersebut bermula dari keteladanan orang tua. Menyaksikan melihat kedua orang tuanya melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak terpicu dan terbiasa juga untuk meniru. Ketika anak memasuki usia sekolah, yaitu sekitar usia 7 tahun, maka mulailah anak untuk siap mamasuki masa untuk mempelajari tata shalat yang benar. Dan tentunya juga mengenai cara berwudhu yang benar pula.

Beberapa cara yang dapat dilakukan pada fase ini, yaitu mengajarkan rukun-rukun shalat melaui pendekatan praktek langsung. Sebagai contoh pada waktu-waktu shalat orangtua mengajak anak untuk langsung melakukan shalat dengan bimbingan. Mulai dari tatacara thaharah serta berwudhu pada anak, bagaimana membentuk barisan, shaf-shaf pada shalat diikuti dengan praktek shalat yang benar serta menghapalkan doa-doa secara bertahap.

Ketika anak berusia sepuluh tahuan anak belum juga mau mengikuti perintah shalat. Maka kita diingatkan dengan sebuah hadist yang diriwayatkan Al-Imam Abu Dawud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur tujuh tahun dan jika telah berumur sepuluh tahun, namun tidak mau mengerjakan shalat maka pukullah.”

Ungkapan mengenai hal tersebut di atas ini perlu pula dimaknai dengan hati-hati dan juga secara arif. Karena makna “pukullah” di sini tentu bukan melakukan hukuman dengan kekerasan secara fisik yang menyakitkan dan melukai anak, akan tetapi bahwa orang tua harus menunjukkan ketidaksenangan dan konsekuensi yang sangat tegas saat anak menolak shalat.

Selain hal tersebut hal lainnya bisa juga dalam mendidik anak untuk belajar disiplin dalam memelihara waktu dan menjaga berbagai aturan yang terkait dengan waktu, dengan cara-cara yang tidak mungkin baginya untuk melakukan kesalahan atau kekeliruan. Maksud dari semua itu adalah agar anak dapat mengetahui bahwa waktu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim yang berjalan seiring dengan pergantian malam dan siang, dan bahwa dia merupakan bagian dari waktu yang ada.Tentunya mendidik dengan cara yang bisa diterima anak-anak seusianya, dan pula jangan terlalu untuk dipaksakan. Karena memang berbeda mengajarkan dan mendidik anak dengan berbagai dan tahap usia sendiri.

Setiap pencapaian anak dalam belajar shalat merupakan sebuah prestasi baginya.Sudah selayaknyalah kita sebagai orang tuanya memberikan penghargaan. Penghargaan tidak hanya diberikan atas prestasi akademik formal, tetapi hendaknya penghargaan diberikan ketika anak mengerjakan shalat lima waktu atau mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Penghargaan sebagai bentuk ekspresi agar anak mengetahui bahwa hal tersebut memang benar-benar sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus membahagiakan orangtuanya. Dengan adanya penghargaan inipun, akan menumbuhkan sikap menghargai. Jika orang tua mampu menghargai prestasi anak dalam hal ibadah, maka sang anak pun akan menghargai ibadah itu.

Penghargaan ini pun tidak selalu diberikan atau pun diekspresikan dalam bentuk barang, apalagi barang-barang yang mewah dan berlebihan. Tetapi bisa disampaikan dengan ucapan terima kasih, pelukan dan ciuman penuh kasih sayang serta belaian yang diberikan sesudah anak mengerjakan shalat juga merupakan penghargaan yang tidak dapat diukur dengan materi.

Semoga nantinya dengan mendidik mengajarkan anak shalat sejak dini maka kita sudah menjalankan salah satu kewajiban kita sebagai orang tua karena sebagai orang tua kita juga akan dimintai pertanggungjawaban dalam berbagi hal termasuk juga dalam hal yang satu ini.

Saturday, August 18, 2012

Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri - Hari Raya Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri disyariatkan pertama kali pada tahun awal Hijriyah. Hukum shalat 'idul fithri adalah sunnah muakadah, yaitu sunnah yang sangat dipelihara dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Seperti ungkapkan oleh Anas r.a: Adalah mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari raya, hari dimana mereka bermain dan bergembira, sampai Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW bertanya: Apakah tujuan dan arti dua hari ini ? Mereka menjawab; pada zaman jahiliyah dulu kami bermain pada dua hari raya ini. Rasulullah SAW berkata :
Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan hari Raya yang lebih baik, yakni hari raya "'Idul Fithri" dan hari raya "'Idul Adhha" (HR. Nasa'i - Ibnu Hibban).

Waktu shalat 'Idul Fitri
Para ulama sependapat bahwa waktu shalat 'idul fithri dimulai sejak terbit matahari 1 Syawwal hingga sebelum zawal (dzuhur), seperti waktu shalat dhuha. (HR.Ahmad). Di- sunnahkan agar menyegerakan shalat 'Idul Adhha dan mengakhirkan sedikit shalat 'Idul Fithri. (HR. Syafi'i). Hikmahnya untuk shalat 'idul adhha agar waktu menyembelih hewan qurban lebih panjang. Sedang untuk 'idul fithri agar waktu menyalurkan zakat lebih luas.

Hari Raya Idul Fitri, Blog Keperawatan

Tempat Shalat 'Idul Fithri
Para ulama sepakat bahwa tempat shalat 'idul fithri untuk Makkah, yang afdlol dilaksana- kan di masjid Al Haram. Dan untuk luar Makkah, ada dua pendapat:

Jumhur ulama' (kebanyakan ulama') melihat bahwa yang afdlol dilaksanakan ditanah lapang (bukan masjid), kecuali dalam keadaan dorurot atau ada udzur syar'i seperti hujan, maka dilaksanakan di masjid, seperti yang dilaporkan Abu Hurairah (HR. Abu Daud dan Al Hakim).
Asy-Syafi'iyah, melihat bahwa pelaksanaan shalat 'Idul Fithri lebih afdlol di masjid, sebab masjid adalah tempat yang paling mulia. Kecuali apabila masjidnya sempit, maka yang afdlol di tanah lapang kalau ada, sebagaimana dicontohkan oleh Rasu- lullah SAW. (HR. Bukhori - Muslim).
Konklusinya, tanah lapang (kalau ada), masjid bahkan musholla (kalau tidak ada tanah la- pang atau tidak ada masjid, atau ada tetapi menyulitkan), dapat ditempati untuk shalat 'idul fithri.

Dengan tetap menjaga prinsip ukhuwwah, dan menyadari bahwa kita berada dalam sua- sana hari raya 'idul fithri, masalah ini tidak perlu dibesarkan, yang menjadi masalah adalah kalau tidak shalat 'idul fithri.

Tata Cara Shalat Idul Fitri
Shalat 'Idul Fithri terdiri dari dua rakaat. Syarat dan rukun shalat 'id mengikuti syarat dan rukun shalat wajib. Setelah takbiratul ikhram dan sebelum membaca al Fatihah pada ra- kaat pertama, disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali takbir. Dan pada rekaat ke-dua lima kali takbir, tidak termasuk takbir ketika bangkit dari sujud (rakaat pertama) ke rakaat ke-dua (takbirotul qiyam), dengan mengangkat ke-dua tangan setiap takbir, sebagaimana dilaporkan Amar bin Syuaib (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud dan Daru- quthni). Dan diantara takbir membaca :

Shalat 'Idul Fithri dilakukan sebelum khutbah 'Idul Fithri, sebagaimana dilaporkan oleh Ibnu Umar " Adalah Rasulullah SAW , Abu Bakar, Umar, Utsman melaksanakan shalat Idul Fithri sebelum khutbah 'Idul Fithri " (HR. Bukhori-Muslim). Riwayat yang sama juga dilaporkan oleh Abu Said.

Khutbah 'Idul Fitri
Pelaksanaan khutbah 'Idul Fithri yaitu setelah shalat 'Id seperti dilaporkan oleh Ibnu Umar dan Abu Said (HR. Bukhori-Muslim). Hukum khutbah 'Idul Fithri dan mendengarkannya adalah sunnat, seperti yang dilaporkan oleh Abdullah bin As Said (HR. An Nasa'i, Abu Daud dan Ibnu Majah). Dan yang paling afdlol mengikuti seluruh rangkaian shalat/khutbah 'Idul Fithri dari awal sampai akhir. Dan seperti pada shalat jum'at, khutbah 'Idul Fithri terdiri dari dua khutbah.

Hal-hal yang disunnahkan pada Waktu Hari Raya

Mengisi malam 'Idul Fithri dengan ibadah dan taqorrub kepada Allah, seperti dzkir, shalat, qiroatul Qur'an, tasbih, istighfar dan sebagainya. Dan yang lebih afdlol, menghidupkan malam 'Id semalam suntuk, seperti dilaporkan ubadah bin Shamit (HR. Ath Thobari dan Daru Quthni), tentunya kalau kuat,tanpa mengorbankan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat isya' dan shalat subuh, tepat pada waktunya dengan berjama'ah. Menghindari mengisi malam-malam 'Idul Fithri dengan acara hura-hura, takbiran sambil menabuh beduk yang justru mengganggu (tidak khusyuk), memutar kaset takbiran sementara orangnya tidur dan lain-lain, yang bertentangan dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW .

Menghidupkan sunnah takbiran semenjak terbenam matahari akhir Ramadhan hingga berangkat ke tempat shalat 'id sampai kemudian shalat 'id dilaksanakan dengan lafal, al:
"Allaahu Akbar (3x), La Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar Walillahil Hamdu".
Mandi (HR. Ibnu Majah), memakai wangi-wangian (parfum) (HR. Baihaqi), bersiwak (menggosok gigi),memakai sebaik-baik pakaian.
Bersegera (berpagi-pagi) menuju tempat shalat 'Idul fithri, dengan tenang, dan pe- nuh ketulusan. Dan lebih afdlol kalau berjalan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, seperti dilaporkan oleh Ali bin Abi Tholib (HR. Tirmidzi).
Makan (sarapan) sebelum berangkat shalat 'Idul Fithri, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. (HR. Bukhori)
Membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat 'Idul Fithri (batas akhir pembaya- ran zakat fitrah). Sekalipun zakat fitrah boleh saja dibayar beberapa hari sebelum 'Idul Fithri. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Daraquthni, al Hakim)
Bergembira dan menggembirakan sesama muslim dan lebih mempererat tali ukhuwah diantara kaum muslimin .
Disunnahkan juga agar jalan ketika pergi dan jalan ketika pulang tidak sama. Se- perti yang dipraktekkan Rasulullah SAW. Sebagaimana yang dilaporkan Jabir (HR. Bukhori).
Idul Fithri bagi kaum wanita dan anak-anak
Sebagaimana halnya kamu pria, kaum wanita dan anak-anak pun disunnatkan menghadiri shalat 'Idul Fithri. Begitu pula halnya orang-orang tua, gadis-gadis perawan, wanita-wa- nita haidh dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR. Bukhori - Muslim).

Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri-istri dan putri-putrinya untuk melaksanakan shalat 'Idul Fithri dan mendengarkan khuthbah (HR. Ibnu Majah & Baihaqi dan Ibnu Ab- bas). Adapun untuk wanita haidh dan nifas, cukup mendengarkan khuthbah, tidak ikut shalat.

Bergembira pada Hari Raya 'Idul Fithri
Umat Islam disunnatkan agar bergembira dan menggembirakan orang lain pada hari raya 'Idul Fithri. Dengan memakai pakaian yang terbaik, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmatNya, makan minum yang halal dan tidak isrof (berlebihan), saling ber- jabat tangan (kecuali antara pria dan wanita yang bukan muhrim), saling menziarohi, sa- ling memberi (mengirim) ucapan selamat (berma'af ma'afan), dan saling bertukar hadiah dalam batas-batas yang wajar. Hal ini menunjukkan hikmah ajaran Islam yang selalu menjaga keseimbangan (tawazun).

Namun demikian sifat berlebih-lebihan dalam berbagai hal tetap tidak dibenarkan oleh Islam, sekalipun pada hari raya 'Idul Fithri. Hadits riwayat An Nasa'i di muka menunjukkan adanya alternatif yang diberikan Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Allah telah menggan- tikan dua hari raya jahiliyah. Hal ini mengisyaratkan bahwa 'Idul Fithri harus jauh dari nilai-nilai jahiliyah dan harus berfungsi sebagai rasa syukur kepada Allah, dan penegasan kembalinya kita kepada fithrah.

Pasca Ramadhan
Umat Islam hendaknya berupaya melestarikan nilai-nilai dan amaliyah-amaliyah Rama- dhan yang telah dibina selama sebulan penuh, diantaranya dengan melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan Syawwal.

Demikian panduan praktis Idul Fitri ini, semoga hikmah dan tujuan 'Idul Fithri sebagai hari kembali- nya hamba-hamba Allah kepada fitrahnya, dapat kita raih. Amin.

Sumber : Munir Ardi Blog

Sunday, August 12, 2012

Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah

Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah - Keutamaan Hikmah Zakat Fitrah Ramadhan hampir saja berakhir dan kita masih dalam sepertiga akhir Ramadhan ini dan semoga pula kita bisa memanfaatkan sepertiga akhir ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan amalan-amalan ibadah baik itu wajib maupun yang sunnah. Dan akhir ramadhan ini kita umat Islam juga mempunyai kewajiban membayar zakat fitrah pada akhir Ramadhan dan sebelum menunaikan shalat Ied.

Kewajiban membayar zakat fitrah telah diungkapkan kewajibannya menurut hadist dari Ibnu Umar radliyallah 'anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, besar maupun kecil dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan sebelum orang-orang keluar menunaikan shalat ('Iedul Fitri)." (HR. Bukhari dan Muslim). Tadi adalah hadist kewajiban membayar zakat fitrah bagi kita umat Islam.

Hikmah Keutamaan Zakat Fitrah ,Blog Keperawatan

Tentunya bila Allah Ta'ala memberikan syariat ada hikmah serta keutamaan dari syariat tersebut. Termasuk juga dalam hal zakat ini. Ada beberapa hikmah keutamaan zakat fitrah bagi kita yang menjalankannya. Salah satu hikmah zakat fitrah adalah bahwasannya zakat fitrah adalah untuk mensucikan diri. Allah Ta'ala berfirman :"“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri." (QS. Al-A’la : 14) dan semoga dengan zakat fitrah yang kita tunanikan nanti dan sekarang akan benar-benar mensucikan kita aamiin.

Ada beberapa hal yang berkenaan dengan waktu membayar zakat fitrah. Waktu utama dalam melaksanakan serta membayar zakat fitrah ini yaitu pada saat mulai terbenamnya matahari pada saat malam Iedul Fitri sampai dengan sebelum ditunaikannya shalat Ied. Utamanya juga pada waktu antara shalat fajar pada hari Ied sampai sebelum shalat Ied. Dan bila kita akan membayar sebelum itu pun dalam artian beberapa hari sebelum hari raya juga diperbolehkan serta tidak dilarang.

Ada juga beberapa keutamaan zakat fitrah ini. Berikut ini adalah beberapa keutamaan Zakat fitrah yaitu diantaranya yaitu :
  1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan atau hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.
  2. Menunjukkan benarnya iman seseorang. Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shidiq yang berarti benar atau jujur) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.
  3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Wahai saudaraku, sebagaimana engkau mencintai jika ada saudaramu meringankan kesusahanmu, begitu juga seharusnya engkau suka untuk meringankan kesusahan saudaramu. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman Anda.
  4. Sebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.
  5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan). Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala berfirman, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al Qoshosh: 77).
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai hikmah zakat fitrah dan keutamaannya. Semoga bisa berguna serta juga dapat memberikan manfaat bagi kita semua aamiin

Monday, August 6, 2012

Hikmah Keutamaan Lailatul Qadar

Hikmah Keutamaan Lailatul Qa'dar - Hikmah Keutamaan Lailatul Qa'dar Alhamdulillah kita telah mendapatkan dan menjalankan Ramadhan ini dan hampir kita akan mencapai akhir dari Ramadhan ini. Begitu banyak hikmah keutamaan Ramadhan dan termasuk di dalamnya adalah hikmah keutamaan Malam Lailatul Qa'dar. Dan begitu banyak pula rahasia keutamaan malam Lailatul Qadar ini yang masih belum terungkap olah akal pikiran manusia yang sangat terbatas ini.

Malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini yang lebih terkenal dengan malam Lailatul Qadar ini memiliki berbagai macam keutamaan. Dan hal ini telah tercantum dalam Al-Qur'an yaitu Allah berfirman yang artinya , "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."(QS. Al-Qadr: 1-5).

Hikmah Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Blog Keperawatan

Banyak pendapat yang mengatakan kapan waktunya malam Lailatul Qadar tersebut. dan pendapat yang paling kuat kapan terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) "Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan."(HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)

Ada beberapa tanda malam lailatul Qadar yang bisa kita kenali melaui beberapa penjelasan hadist. Diantaranya Tanda malam Lailatul Qadar :
  1. Dari Ubay ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) : "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).
  2. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana).” (HR Muslim 1170)
  3. Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).
  4. dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW: "Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)" (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
Semoga dengan sedikit kita mengenal akan keutamaan Malam Lailatul Qadar ini maka semoga pula kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung mendapatkannya dalam Ramadhan kali ini aamiin..aamiin.

Friday, August 3, 2012

Nuzulul Qur'an

Nuzulul Qur'an - Nuzulul Qur'an Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa saalm yang paling agung bila dibandingkan dengan mukjizat yang lain yang dimiliki oleh beliau dan atau bila dibanding dengan mukjizat-mukjizat lain yang dimiliki oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Adalah wajar jika sampai saat ini bahkan sampai hari kiamat nanti keaslian al-Qur’an masih tetap terjaga. Karena mustahil tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat memalsukan/merubah ayat-ayat al-Qur’an apalagi mampu menyaingi keindahan kalam-kalam al-Qur’an

Nuzulul Qur'an, Blog Keperawatan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Karena di dalam bulan Ramadhan ada Lailatul Qadar, Malam 1000 bulan yang pada malam tersebut segala dosa umat manusia diampuni dan segala amal perbuatan kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta'ala. dan di dalam bulan Ramadhan al-Qur’an pertama kali di turunkan. Peristiwa tersebut tidak pernah ada pada selain bulan Ramadhan.

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta'ala kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 14 abad yang silam. al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh mukjizat yang lain yang hanya bisa dinikmati dan disaksikan pada zamannya saja. Sejak pertama kali diturunkan al-Qur’an telah mampu merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagian dunia maupun akhirat. Hal ini merupakan salah satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an.

Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. al-Qur’an diturunkan ke bumi tidak sama dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai. Tetapi al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan permasalah yang terjadi saat itu untuk memberikan jawaban atas permasalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.

Nuzulul Qur'an yang kemudian diperingati oleh sebagian kaum muslimin mengacu kepada tanggal pertama kali Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira. Jika sebagian besar umat Islam di Indonesia meyakini 17 Ramadhan sebagai tanggal Nuzulul Qur'an

Kejadian sejarah Nuzulul Qur’an diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia."Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al Baqarah: 185)

Adapun salah satu hikmah Nuzulul Qur'an di Bulan Ramadhan ini adalah Ketika Al-Qur'an turun berangsur-angsur dalam kurun lebih dari 22 tahun, kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya, terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, semakin menguatkan bahwa Al-Qur'an benar-benar kalam ilahi, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Semoga di sisa-sisa Ramadhan 1433 H ini kita masih diberikan kesempatan untuk benar-benar memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan amal kebaikan dan semoga nantinya kita bisa mencapai kefitrahan nanti di Idul Fitri.

Wednesday, July 25, 2012

Hikmah Keutamaan Sahur

Hikmah Keutamaan Sahur - Keutamaan Sahur Kewajiban puasa ramadhan ini telah Allah Firmankan Dalam QS Surat Al-Baqarah 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." Jadi memang Puasa Ramadhan adalah merupakan kewajiban bagi kita Umat Islam.

Hikmah sahur.
Hikmah sahur diantaranya yaitu bahwasannya sahur ini membedakan puasa kita dengan puasanya ahli Kitab. Karena selain agama Islam, agama yang lain juga mempunyai ibadah seperti halnya puasa kita ini. Hanya saja perbedaannya adalah dalam hal makan sahur ini.Kita disunahkan untuk makan sahur sedangkan ahli kitab tidak mengenal akan sahur ini. Pengertiaan sahur ini adalah makan sesuatu sebelum kita memulai berpuasa dan sebelum waktu imsak datang.

Hal ini digambarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hadist tentang sahur Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim 1096).

keutamaan hikmah sahur, Blog Keperawatan

Keutamaan Sahur.
Keutamaan hikmah sahur yang kita laksanakan diantaranya yaitu :
  1. Dalam sahur terdapat keberkahan. Sahur barokah ini maksudnya dengan makan sahur kita berarti mengikuti sunnah Rasulullah dalam sahur , menumbuhkan semangat serta meringankan beban yang berat bagi yang berpuasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Hal ini diperkuat dengan hadist Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan."(HR An Nasaa`i dan Ahmad).
  2. Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. Untuk itulah kita sebagai umat Islam tidak menyia-nyiakan kebaikan lewat sahur ini dan juga pahala yang besar Dari Allah Ta'ala. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur."
  3. Mengakhirkan Sahur. Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah. Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, "Kami makan sahur bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Beliau menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur’an." (HR Bukhari Muslim).
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai keutamaan hikmah sahur ini terutama tatkala kita sedang menjalani kewajiban berpuasa Ramadhan seperti saat ini. Mengingat akan manfaat hikmah sahur maka semoga kita tidak melewatkan kebaikan dan keberkahan dalam makan sahur ini karena hal tersebut juga merupakan sunnah Rasulullah dalam Ramadhan ini.

Sunday, July 22, 2012

Sunnah Berbuka Puasa

Sunnah Berbuka Puasa - Sunnah Rasulullah Berbuka Puasa Dalam kita melaksanakan kewajiban berpuasa alam bulan Ramadhan ini tentunya kita mengenal akan saat berbuka dan saat sahur. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai beberapa sunnah Nabi / Rasulullah berbuka puasa.

Sunnah Berbuka Puasa,Sunnah-sunnah Rasulullah di Bulan Ramadhan, Blog Keperawatan

Berikut beberapa sunnah-sunnah Rasulullah di bulan Ramadhan khususnya ketika berbuka puasa diantaranya yaitu :
  1. Menyegerakan Berbuka Puasa. Ketika Adzan Magrib berkumandang maka kita disunnahkan untuk segera berbuka. Karena dengan kita menyegerakan berbuka puasa maka kita mengikuti Sunnah Rasulullah. Keutamaan menyegerakan berbuka puasa ini terdapat dalam hadist Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): "Manusia akan terus dalam kebaikan selama menyegerakan buka."(HR Bukhari dan Muslim). Maka dengan kita bersegera berbuka maka kita akan dalam kebaikan. Menyegerakan buka adalah sunnah Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda(yang artinya), "Umatku akan terus dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)." (HR Ibnu Hibban).
  2. Berbuka Dengan Kurma. Seperti yang telah diposting dalam tips sehat selama ramadhan yang salah satunya adalah berbuka dengan kurma. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berbuka dengan kurma, kalau tidak ada dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam menasehati mereka. Dengan memberi sesuatu yang manis (kurma) pada perut yang kosong, maka tubuh akan lebih siap menerima dan mendapatkan manfaatnya, terutama tubuh yang sehat, akan bertambah kuat dengannya. Dan bahwasanya puasa itu menghasilkan keringnya tubuh, maka air akan membasahinya, hingga sempurnalah manfaat makanan. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).
  3. Berdoa Tatkala Berbuka. Berdoa sebelum berbuka puasa dengan doa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: 'Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)'." (HR. Abu Daud no. 2357, hasan)
  4. Berdoa Umum Tatkala Berbuka Puasa. Ketika berbuka adalah salah satu dari sekian banyak waktu mustajabnya terkabulnya do'a. Jadi marilah kita sebagai seorang muslim untuk tidak melewatkannya saat berbuka ini dengan berdoa dengan berbagai macam doa. Tentunya akn lebih baik lagi bila berdoa dengan doa-doa sunnah yang diajarkan Rasulullah shallalalahu 'alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Ada tiga orang yang tidak akan tertolak do’a mereka: seorang yang puasa ketika sedang berbuka, seorang imam yang adil, dan do’a seorang yang terzholimi." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai sunnah berbuka puasa dan semoga yang sedikit ini mengenai sunnah berbuka puasa dapat berguna serta dapat memberikan manfaat bagi kita semuanya aamiin.

Thursday, July 19, 2012

Keputusan Awal Ramadhan

Keputusan Penentuan Awal Ramadhan - Penentuan Awal Ramadhan. Pemerintah telah mengadakan sidang isbat malam hari ini untuk menentukan awal puasa ramadhan kali ini. Sidang isbat ini dihadiri ormas-ormas Islam di Kementerian Agama.

Beberapa tempat yang digunakan untuk melihat diantaranya yaitu di Jawa Timur yaitu 9 Tim rukyatul yang diturunkan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur belum dapat melihat hilal. Sebab, beberapa lokasi untuk menentukan 1 Ramadan di Jawa Timur tertutup mendung.

Cara menentukan awal ramadhan ada dua cara yaitu dengan cara Rukyatul Hilal dan cara kedua yaitu dengan Ikmal (menggenapkan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Ini dilakukan apabila tidak berhasil melakukan ru’yatul hilal, baik karena mendung ataupun karena faktor-faktor lainnya. Dan pemerintah maupun ormas-ormas Islam juga menggunakan dua cara tersebut untuk menentukan awal ramadhan ini. Dinamakan dengan Al-Hilâl karena itu merupakan bentuk Bulan yang paling awal tampak dan terlihat, orang yang melihatnya berseru untuk memberitakan bahwa Al-Hilâl sudah terlihat.

Sedangkan Muhammadiyah telah menentukan dan menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat (20/7/2012) besok. Ketetapan dari Muhammadiyah itu berdasarkan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriah sesuai hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

awal ramadhan, ketetapan penentuan awal ramadhan, Blog Keperawatan

Seperti dilansir tribunnews.com, peneliti di Observatorium Bosscha, Moedji Raharto, mengatakan, secara astronomis posisi bulan dan matahari untuk penetapan awal Ramadan dapat dihitung dari awal. Pada 19 Juli 2012, tinggi bulan saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih kurang dari dua derajat. Di Pelabuhan Ratu misalnya, posisi matahari terbenam pada pukul 17.52 WIB dan bulan terbenam pada pukul 18.00 WIB. Tinggi bulan saat matahari terbenam pada 19 Juli 2012 pukul 17.52 WIB adalah 1 derajat 20'.

Fraksi iluminasi bulan masih kurang dari satu persen atau secara umum masih 0,22 persen. Pada 20 Juli 2012, di Pelabuhan Ratu posisi matahari terbenam pada pukul 17.52 WIB dan bulan terbenam pada pukul 18.51 WIB dengan posisi 13 derajat 11'. Fraksi iluminasi sabit bulan mencapai dua persen. "Kondisi posisi bulan saat matahari terbenam pada 19 Juli 2012 belum memenuhi kriteria visibilitas hilal, jadi hilal baru visibel pada 20 Juli 2012," kata Muji.

Menurut kriteria kesepakatan kebanyakan ormas Islam, ujarnya, yang berpedoman pada tinggi minimal dua derajat jarak bulan matahari tiga derajat dan umur bulan delapan jam serta visibilitas hilal, maka hilal penentu awal Ramadan 1433 H baru visibel pada 20 Juli 2012 setelah matahari terbenam. "Dengan asumsi ini kemungkinan besar awal Ramadan 1433 H pada 20 Juli 2012 setelah magrib, tarawih pertama pada 20 Juli 2012 dan puasa pertama ramadhan 21 Juli 2012," katanya.

Bila memang ada perbedaan, tentunya masing-masing mempunyai landasan yang kuat. Dan tentunya keputusan dikembalikan kepada sahabat-sahabat yang akan menjalankan ibadah puasa ramadhan ini. Dan pemerintah sampai saat ini masih bersidang untuk menentukan dan penentuan awal ramadhan 2012 atau menentukan awal ramadhan 1433 H ini.

Akhirnya keluarlah penetapan awal puasa Ramadhan 1433 H ini dari Pemerintah RI yaitu awal puasa ramadhan 1433 H adalah Sabtu, 21 Juli 2012. Dari hasil ini maka akan ada perbedaan awal puasa yaitu ada yang mulai berpuasa besok jum'at dan ada pula yang memulai puasa ramadhan sabtu 21 Juli 2012. Terlepas dari perbedaan ini, yang lebih penting lagi adalah kita menjalankan kewajiban puasa ramadhan karena banyak manfaat puasa bagi kesehatan dan juga hikmah puasa ramadhan yang akan di dapat kita semua.

Monday, July 16, 2012

Manfaat Puasa Bagi Anak

Manfaat Puasa Bagi Anak - Menjalankan puasa bagi anak-anak bukanlah hal yang mudah. tetapi karena ini adalah kewajiban bagi kaum muslim dan juga kewajiban bagi kita para orang tua tentunya hal ini tidak memadamkan semangat kita untuk melatih anak-anak kita untuk belajar menjalankan kewajiban puasa ramadhan. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai manfaat puasa bagi anak dan semoga hal mengenai puasa ramadhan anak bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Setelah kemarin kita sedikit membahas mengenai manfaat puasa bagi kesehatan secara umum maka pada kali kesempatan ini akan sedikit dibahas mengenai manfaat puasa ramadhan bagi anak. Melatih serta mengajarkan puasa bisa dimulai semenjak kecil dan juga sedini mungkin. Karena manfaat, hikmah puasa ramadhan bagi anak juga banyak.

manfaat puasa bagi anak, puasa Ramadhan Bagi Anak, Blog Keperawatan

Pelatihan berpuasa ramadhan bagi anak-anak tentunya akan menjadi pondasi yang kuat kelak tatkala harus menjalankan kewajibannya berpuasa ramadhan kelak tatkala sudah baligh dan sudah dibebani kewajiban berpuasa. Anak-anak pada awalnya bisa diajari untuk berpuasa karena pada dasarnya anak-anak dapat menahan lapar dan haus hingga beberapa jam, jadi bisa hanya sampai jam 10 pagi pada awal pelatihannya terlebih dahulu. Dan nantinya untuk tahap selanjutnya dalam hitungan jam berpuasa akan disesuaikan dengan umur dan juga tahap perkembangannya bisa ditambah secara bertahap.

Berikut beberapa manfaat puasa ramadhan bagi anak dan diantaranya yaitu :
  1. Mengontrol pola makan (waktu makan anak). Pada saat anak-anak kita dimulai belajar berpuasa, sebenarnya anak tetap makan sebanyak 3 kali makan utama, hanya saja yang mengalami perubahan adalah dalam hal waktu serta jadwalnya saja. Konsumsi makanannya pun tidak berarti dilebihkan ataupun dikurangi.Porsi makan anak tetap seperti biasa dengan tetap tentunya memperhatikan komposisi gizi seimbang. Namun dengan mengajarkan serta melatih anak berpuasa maka sang anak bisa untuk mengontrol makanannya.
  2. Organ pencernaan anak bisa beristirahat. Manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan anak salah satunya adalah hal ini. Pada saat sang anak berpuasa, maka usus yang sehari-harinya biasanya selalu bekerja secara terus-menerus, maka dengan anak belajar berpuasa maka usus dan organ pencernaan lainnya tersebut diberi kesempatan untuk beristirahat. Demikian pula dengan kerja hormon-hormon tubuhnya.
  3. Sebagai salah satu cara detosifikasi alamiah. Di saat anak belajar berpuasa, maka hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Pada saat berpuasa, tubuh akan melakukan pengeluaran zat-zat yang tak berguna lewat keringat, air seni atau pun BAB (Buang Air Besar). Dan untuk dapat menunjang kelancaran dalam hal pembuangan zat-zat sisa tersebut, hendaknya anak mendapatkan kecukupan cairan pada saat bersahur atau pun pada saat berbuka puasa.
  4. Membatasi makanan camilan. Pada masa anak-anak kebiasaan mencamil makanan sembari menonton TV ataupun di masa sekarang yang sedang trend adalah main games serta juga game onlines maka hal tersebut dapat menyebabkan anak mempunyai kebiasaan sedikit-sedikit makan. Pada saat kita melatih berpuasa, kebiasaan mencamil ini sementara waktu akan bisa dihilangkan.
Demikian tadi sahabat mengenai beberapa manfaat puasa bagi anak dan semoga kita bisa melatih serta mengajarkan anak-anak kita untuk berlatih puasa ramadhan sedini mungkin sahabat.

Friday, July 13, 2012

Pelajaran Hikmah Ramadhan

Pelajaran Hikmah Ramadhan - Bulan Ramadhan hanya tinggal beberapa hari lagi dan tentunya kita sebagai umat Islam wajib manjalankan puasa ramadhan sebagaimana telah disyariatkan dalam agama kita yaitu Islam. Kita sedang berada di akhir-akhir bulan Sya’ban dan sebentar lagi tiba bulan yang sudah kita nanti-nantikan, bulan yang selalu kita rindukan kedatangannya yang kemarin kita lepas dengan linangan air mata karena enggan untuk berpisah dengannya, yaitu bulan di mana Allah mencurahkan kasih sayang sepenuhnya kepada umat-Nya yang beriman dan bulan tersebut merupakan bulan yang paling mulia dibanding dengan bulan-bulan yang lain yaitu bulan suci Ramadhan.

Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan juga kebaikan. Dan kita sebagai umatNya dan umat Rasulullah shallallahu a'laihi wa sallam wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita yaitu kewajiban menjalankan puasa. Kewajiban dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan ini telah Allah Firman kan dalam salah satu ayatNya yaitu : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".(QS. Al Baqarah{2} : 183).

pelajaran bulan ramadhan, hikmah bulan ramadhan, Blog Keperawatan

Hikmah Ramadhan bagi kesehatan juga telah diposting oleh Blog Keperawatan yaitu mengenai Manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan dan itu hanya sebagian kecil dari manfaat hikmah bulan ramadhan yang bisa ditangkap oleh kita terutama dalam hal manfaat puasa bagi kesehatan. Dan tentunya masih banyak juga yang belum bisa diungkap hikmah puasa Ramadhan bagi kita yang menjalankannya.

Bulan Ramadhan adalah bulan kebaikan serta bulan penuh dengan keberkahan. Banyak pula pelajaran hikmah ramadhan yang bisa kita petik dari kebaikan keberkahan bulan Ramadhan ini.
Diantara pelajaran Ramadhan adalah :
  1. Pelajaran dan belajar untuk pandai menahan diri dari hal yang membatalkan ibadah kita termasuk ibadah puasa ramadhan kita. Kita mengetahui bahwasannya puasa ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan lain-lain) dan dimulai semenjak mulai terbitnya fajar di pagi hari sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah ikhlas hanya kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dengan baik dalam rangka meningkatkan takwa kepada Allah Ta'ala. Jadi niat kita adalah karena mencari keridhoan Allah dan menahan diri dari sesuatu yang merusak bahkan membatalkan puasa kita walaupun dalam keadaan bukan berpuasa hal tersebut di atas dasarnya adalah hal yang mubah.
  2. Pelajaran untuk meningkatkan kadar keimanan serta ketakwaan kita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para setan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu -pintu neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintupun yang tertutup, berseru seorang penyeru: wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah membebaskan sejumlah orang dari neraka. Hal itu terjadi pada setiap malam."(HR. Tirmidzi). Dengan dibukanya pintu kebaikan maka marilah kita manfaatkan moment Bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan keimanan serta ibadah kita dan juga menjauhi segala hal-hal yang buruk. Tentunya hal tersebut bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada sebelas bulan berikutnya. Hanya saja pelajaran dan hikmah bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk banyak berbuat kebaikan serta sunnah-sunnah Rasulullah.
  3. Pelajaran ramadhan selanjutnya adalah kita bisa belajar bahwasannya puasa akan membuat kita bisa merasakan rasa lapar serta dahaga yang seringkali melingkupi saudara-saudara kita yang serba kekurangan dan berada di bawah garis kemiskinan. Dengan kita bisa merasakan haus dan dahaga maka kita akan bisa semakin toleransi kepada saudara-saudara kita dan tak segan untuk bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita, bahwasannya kita hidup bersama orang lain dan kita harus bisa untuk saling berbagi.
Demikian tadi sahabat semuanya mengenai pelajaran hikmah ramadhan dan semoga dengan kita bisa mendapatkan pelajaran hikmah puasa ramadhan ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat bagi kita semuanya aamiin.

Wednesday, July 11, 2012

Manfaat Puasa Untuk Kesehatan

Manfaat Puasa Untuk Kesehatan - Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Puasa Ramadhan 1433 H hanya tinggal menghitung hari lagi. Taidak terasa hampir satu tahun kita telah meninggalkan Ramadhan 1432 tahun lalu dan kita telah satu tahun diberi kenikmatan Allah Subhanahu Wa'ala kesehatan sehingga kita Insya Allah akan menjumpai tamu agung yaitu Ramadhan.

Puasa adalah menurut syariat dalam agama kita ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan lain-lain) dan dimulai semenjak mulai terbitnya fajar di pagi hari sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah ikhlas hanya kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dengan baik dalam rangka meningkatkan takwa kepada Allah Ta'ala. Itulah sedikit pengertian puasa yang bisa saya simpulkan.

Allah telah mensyariatkan kewajiban puasa Ramadhan ini bagi setiap pemeluk Agama Allah yaitu Agama Islam ini. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang tentunya di bulan Ramadhan akan seringkali diulang-ulang dalam kajian, dalam kuliah subuh, kultum tarawih tentunya para ustadz, kyai akan sering melafalkan ayat 183 Surat Al-Baqarah ini yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
. Sebuah kewajiban bagi kita semua untuk melaksanakannya. Bila tidak ada halangan dan tidak mengerjakan puasa Ramadhan bagi baginya adalah dosa.

manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan, keutamaan hikmah puasa Ramadhan

Banyak hikmah keutamaan puasa Ramadhan serta juga manfaat puasa bagi kesehatan yang dapat kita peroleh di Bulan Ramadhan ini. Diantara keutamaan hikmah puasa ramadhan yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
  • "Semua amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena dia itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai." (HR. Bukhari (1904) dan Muslim (1151).
  • "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu." (HR. Bukhari (1900) dan Muslim (760).
Demikian beberapa hadist tentang keutamaan puasa Ramadhan yang telah disabdakan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam.

Selain puasa Ramadhan mempunyai hikmah yang banyak, manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan juga tidak sedikit. Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan :
  1. Dengan kita menjalankan puasa dan khusunya puasa ramadhan ini akan mengistirahatkan organ pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus dalam sehari-hari tanpa istirahat, mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
  2. Dengan kita menjalankan puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi (kolesterol jahat), kegemukan dan juga penyakit hipertensi.
  3. Dengan kita berpuasa maka hal tersebut akan trut membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Dengan puasa, berarti kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga hal ini akan menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
  4. Dengan berpuasa juga akan mendorong peremajaan dan juga pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru. Sehingga sel-sel tubuh akan mengalami proses peremajaan yang lebih cepat daripada biasanya.
  5. Dalam keadaan kita berpuasa ternyata hal tersebut juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Dengan kenaikan yang cukup signifikan hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan kekebalan tubuh kita.
  6. Tatkala kita sedang menjalankan ibadah puasa, maka keadaan psikologi kita akan lebih tenang daripada keadaan tidak sedang berpuasa. Keadaan jiwa yang tenang, tidak dipenuhi amarah maka hal tersebut akan dapat menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh kita. Seperti kita ketahui bahwasannya Rasulullah juga melarang kita untuk marah, ternyata dalam kondisi marah akan terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah denyut jantung. Adrenalin juga dapat menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, penyakit jantung dan otak seperti stroke,dan juga penyakit jantung koroner, dan lainnya
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai Manfaat Puasa Untuk Kesehatan - manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan. Yang tersebut hanya sedikit manfaat puasa bagi ksehatan serta hikmah keutamaan puasa ramadhan yang kita ketahui. Tentunya ada lebih banyak manfaat puasa, hikmah serta keutamaan puasa Ramadhan yang belum bisa kita sebagai manusia membuka tabir dari disyariatkannya kewajiban puasa ramadhan ini bagi kaum Muslim. Karena keterbatasan serta kecilnya pengetahuan serta ilmu kita dibandingkan IlmuNya Allah Ta'ala.