Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih
Showing posts with label Kebutuhan Tidur. Show all posts
Showing posts with label Kebutuhan Tidur. Show all posts

Monday, September 10, 2012

Tips Tidur Bagi Penderita Insomnia

Tips Tidur Bagi Penderita Insomnia - Tips Tidur Yang Baik Bagi Insomnia Bagi para penderita atau pun yang seringkali mengalami insomnia tentunya kebutuhan tidur adalah salah satu kubutuhan yang bisa dijadikan kebutuhan pokok yang sulit sekali untuk didapatkan dan diraih. Insomnia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan susah tidur dan atau kurangnya waktu istirahat karena rutinitas yang memaksa seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dan karena terbiasa. Demikian kurang lebih yang dimaksud dengan pengertian insomnia.

Kebutuhan tidur manusia dewasa dalam seharinya yang kita kenal adalah berkisar kurang lebih selama 8 jam. Dengan kita beristirahat dan terpenuhi akan kualitas tidur dan juga dalam kwalitas tidur maka produktifitas kita dalam melaksanakan pekerjaan serta aktifitas kita sehari-hari akan lebih baik dibanding dengan orang yang kualitas kwantitas tidurnya berkurang. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai tips tidur bagi insomnia Susah Tidur dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Tips Tidur Yang Baik Bagi Insomnia

Insomnia atau susah tidur sebenarnya sangat tidak baik untuk kesehatan terutama hati (liver). Selain hati masih banyak pengaruh buruk dampak negatif insomnia bagi kesehatan. Bagi kesehatan hati kita ada penelitian bahwa orang yang tidur larut malam rawan terkena kanker hati, karena hati akan bekerja maksimal saat kita tidur antara pukul 11 malam – jam 3 malam, jadi jika kita tidur sangat larut, maka hati tidak bisa bekerja maksimal dan hal ini bisa menyebabkan kanker .

Orang-rang yang menderita sulit tidur / susah tidur atau seringkali disebut dengan insomnia dalam dunia medis bila dibiarkan berlarut-larut maka tidak akan baik efeknya bagi kesehatan kita sendiri. Untuk itu bagi para penderita insomnia ini membutuhkan tips dan trik agar bisa tidur dengan baik sehingga kualitas tidur kita bisa lebih baik lagi dan kesehatan kita pun pada akhirnya akan lebih terjaga.

Berikut adalah beberapa tips trik tidur bagi insomnia dan diantaranya yaitu :
  1. Usahakan kita mempunyai jam waktu tidur yang teratur terlebih pada waktu malam hari. Karena dengan keteraturan dan juga kebiasaan tidur tepat waktu akan bisa sebagai therapi bagi para insomnia untuk bisa lebih baik lagi kualitas tidurnya teritama pada waktu malam hari.
  2. Sebelum kita beranjak ke tempat tidur untuk beristirahat usahakan untuk menghindari makan dan minum yang terlalu banyak. Makan malamlah sekitar kurang lebih 2 jam sebelum tidur gar pencernaan juga btelah bekerja sebelum beranjak tidur, hindari pula minum terlalu banyak karena bisa jadi di tengah-tengah waktu tidur kita terbangun karena ingin kencing sehingga waktu tidur kita terpotong.
  3. Hindari penggunaan nikotin, kafein, dan minuman beralkohol pada malam hari. Terlebih pada saat hendak beranjak tidur. Hal tersebut dapat merangsang kamu tetap terbangun. Perokok sering mengalami gejala witdrawal di malam hari. Hindari kafein paling tidak 8 jam sebelum tidur. Tubuh anda tidak menyimpan kafein, tapi perlu waktu lama untuk menghilangkan rangsangan dan efek dari kafein tersebut. Alkohol, meskipun sering dipercaya bahwa alkohol bisa menjadi obat penenang, tapi sebenarnya alkohol dapat mengganggu tidur.
  4. Membuat suasana kamar tidur kta dingin, gelap, tenang dan nyaman. Ciptakan ruangan yang nyaman untuk tidur, atur tingkat pencahayaan, suhu, kelembaban, sesuai pilihan yang kita inginkan. Gunakan kelambu, penutup mata, penutup telinga, selimut, kipas angin, alat pelembab udara atau alat lainnya guna menciptakan suasana nyaman bagi para insomnia
  5. Menggunakan alas tidur dan bantal yang nyaman. Pemilihan tempat tidur berbeda-beda tiap orang. Tapi kita harus bisa memastikan bahwa alas tidur dan bantal adalah yang membuat kita nyaman dalam beristirahat.
  6. Melakukan beberapa rutinitas ringan sebelum tidur. Sebelum tidur lakukanlah rutinitas yang mungkin bisa membantu tidur seperti, latihan pernafasan, membaca buku, mendengarkan musik, dan lain-lain.
Semoga tips tidur yang baik terutama bagi penderita insomnia yang mengalami susah tidur tersebut bisa bermanfaat dan juga berguna. Sehingga bila kebutuhan tidur terpenuhi dengan baik maka efektifitas kerja dan produktifitas kita dalam menjalankan aktifitas sehati-hari akan lebih baik lagi dan pekerjaan kita pun akan bisa terselesaikan dengan baik pula.

Tuesday, June 26, 2012

Penyebab Orang Mengantuk

Penyebab Orang Mengantuk. Proses tidur adalah sebuah proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan dan juga suatu keadaan di bawah sadar dimana seseorang itu masih dapat untuk dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. Manusia normal seperti kita pada umumnya tentunya juga melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Bila kebutuhan tidur kita tidak terpenuhi dengan baik maka hal tersebut akan menjadi penyebab orang mengantuk. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai penyebab mengantuk ini dan semoga bisa bermanfaat.

Menurut teori kesehatan yang kita ketahui bahwasannya kebutuhan tidur manusia dewasa adalah berkisar antara 7 - 8 jam dalam sehari. Bila kebutuhan tersebut tidak dipenuhi akan menyebabkan orang sering mengantuk. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwasannya tidur yang baik bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita selama dalam porsi yang cukup dan benar. Bila kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik maka hal tersebut akan berpengaruh tehadap segala aktifitas keseharian kita termasuk dalam produktifitas kerja kita.

Penyebab

Beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab orang sering mengantuk adalah diantaranya yaitu :
  1. Tidur Yang Kurang. Maksudnya adalah seperti yang telah diterangkan dia atas bahwasannya bila tidak terpenuhi kebutuhan tidur yang baik maka hal ini tentunya akan menyebabkan orang mengantuk.
  2. Adanya Gangguan Tidur. Gangguan tidur dalam hal ini dapat kita contohkan dengan insomnia atau beberapa macam gangguan tidur yang lain. Dengan adanya gangguan tidur tersebut maka kualitas kwantitas tidur kita jauh berkurang dan akan menyebabkan kita seringkali mengantuk.
  3. Kurang Darah (Anemia). Bila kita menderita anemia maka akan menyebabkan oksigen yang dibawa darah ke otak akan berkurang. Dengan berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini akan menyebabkan salah satunya adalah orang menjadi mengantuk.
  4. Penyakit Diabetes Melitus (DM). Penyakit diabetes melitus ini dikenal dengan Tiga gejalanya yang khas yaitu poliuria (banyak kencing), polidipsi, poliphagia (banyak makan) dan seringkali gejalanya adanya terbangun malam hari karena ingin kencing. Maka hal ini bisa menyebabkan orang akan mengantuk di keesokan harinya.
Demikian tadi sahabat beberapa hal penyebab orang mengantuk dan semoga bisa memberikan manfaat.

Monday, June 25, 2012

Kualitas Kwantitas Tidur

Kualitas Kwantitas Tidur. Tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan sebagai aktifitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fisiologis tubuh, dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita yang kita gunakan untuk tidur dan beritirahat. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian melakukan berbagi aktifitas, mengurangi stress dan kecemasan, serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari.

Secara umum pengertian kualitas adalah tingkatan baik buruknya sesuatu. Sedangkan kwalitas adalah berkaitan erat dengan jumlah. Maka bila dihubungkan dengan kebutuhan tidur maka kualitas tidur adalah baik serta buruknya proses tidur tersebut, sedangkan kwantitas tidur karena berhubungan dengan jumlah maka hal ini lebih menitikberatkan kepada berapa jam waktu tidur kita untuk beristirahat.

kualitas tidur yang baik, kwantitas tidur, Blog Keperawatan

Kebutuhan tidur manusia dewasa dalam seharinya yang kita kenal adalah berkisar kurang lebih selama 8 jam. Dengan kita beristirahat dan terpenuhi akan kualitas tidur dan juga dalam kwalitas tidur maka produktifitas kita dalam melaksanakan pekerjaan serta aktifitas kita sehari-hari akan lebih baik dibanding dengan orang yang kualitas kwantitas tidurnya berkurang.

Nah berikut ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas kwantitas tidur kita dan diantaranya yaitu :
  1. Lingkungan. Faktor lingkungan dalam hal ini dapat membantu dan juga sekaligus menghambat berjalannya proses tidur. Tidak adanya stimulus tertentu atau adanya stimulus yang asing dapat menghambat upaya tidur yang baik. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut : temperatur yang tidak nyaman atau ventilasi yang buruk dapat mempengaruhi tidur seseorang. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu maka individu bisa beradaptasi dan tidak lagi terpengaruh dengan kondisi trsebut.
  2. Penyakit. Penyakit dapat menyebabkan nyeri atau distress fisik yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Individu yang menderita sakit atau penyakit akan membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada biasanya, di samping hal tersebut, siklus bangun-tidur (pola tidur) selama sakit juga dapat mengalami gangguan dan perubahan.
  3. Kelelahan. Kondisi tubuh yang mengalami kelelahan dapat mempengaruhi pola tidur bagi seseorang. Semakin lelah seseorang, makan akan semakin pendek siklus tidur REM yang dilaluinya. Setelah beristirahat biasanya siklus REM akan kembali memanjang seperti semula.
  4. Stress emosional. Kecemasan dan juga depresi sering kali mengganggu tidur seseorang. Kondisi ansietas ini akan dapat meningkatkan kadar norepinfrin darah melalui stimulasi system saraf simpatis. Kondisi hal ini akan menyebabkan berkurangnya siklus tidur NREM tahap IV dan tidur REM serta seringnya terjaga pada saat tidur
  5. Diet. Penurunan berat badan dikaitkan dengan penurunan waktu tidur dan seringnya terjaga dan terbangun di malam hari. Sebaliknya, penambahan berat badan dikaitkan dengan peningkatan total tidur dan sedikitnya periode terjaga di malam hari.
  6. Gaya hidup. Seseorang yang seringkali berganti jam kerja harus bisa mengatur aktivitasnya agar bisa tidur pada waktu yang tepat dan mendapatkan kualitas serta kwalitas tidur yang baik.
  7. Merokok. Nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki efek stimulasi pada tubuh. Hal ini berakibat pada perokok sering kali kesulitan untuk tidur dan mudah terbangun di malam hari.
  8. Medikasi. Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Hipnotik dapat mengganggu tahap III dan IV tidur NREM, metabloker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk, sedangkan narkotik (ex : meperidin hidroklorida dan morfin) diketahui dapat menekan tidur REM dan menyebabkan seringnya terjaga di malam hari.
  9. Motivasi. Keinginan untuk tetap terjaga terkadang dapat menutupi perasaan lelah seseorang. sebaliknya, perasaan bosan atau tidak adanya motivasi untuk terjaga sering kali dapat mendatangkan kantuk.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai kualitas dan kwantitas tidur dan semoga dengan kita mengenal akan faktor yang berpengaruh pada kualitas kwantitas tidur ini kita bisa menghindarinya dan kita bisa beristirahat tidur yang baik yang akan mendukung kita dalam beraktifitas sehari hari.

Sunday, June 17, 2012

Jenis Gangguan Tidur

Jenis Gangguan Tidur. Istirahat tidur dalam waktu 6 – 7 jam sehari akan memberi kualitas tidur yang baik dan memberi pengaruh positif terhadap tubuh ketika bangun atau beranjak dari tidur maka akan kita dapatkan tubuh akan merasa segar dan lebih baik serta membuat tubuh kita akan siap kembali untuk melakukan aktivitas dalam kesehariannya. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai jenis gangguan tidur dan semoga dengan kita mengenal jenis macam gangguan tidur ini akan bisa memberikan manfaat.

Bila kebutuhan tidur kita tidak dapat terpenuhi dengan baik maka hal ini akan mengakibatkan adanya gangguan tidur. Macam gangguan tidur ini beraneka ragam. Diantaranya salah satu jenis gangguan tidur yang pernah dibahas adalah mengenai insomnia.

jenis gangguan tidur, Blog Keperawatan

Berikut adalah beberapa jenis gangguan tidur :
  1. Insomnia. Gangguan tidur jenis Insomnia ini adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tidur, baik itu secara kualitas maupun dalam hal kuantitas. Gangguan tidur ini umumnya ditemui pada individu dewasa. Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau karena bisa juga karena faktor mental seperti adanya perasaan gundah atau pun gelisah.
  2. Parasomnia. Jenis gangguan tidur ini adalah perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur. Gangguan ini umum terjadi pada anak-anak. Beberapa turunan parasomnia antara lain sering terjaga (contohnya : tidur berjalan, night terror), gangguan transisi bangun-tidur (contohnya : mengigau), parasomnia yang terkait dengan tidur REM (contohnya : mimpi buruk),dan lainnya (contohnya : bruksisme).
  3. Hipersomnia. Gangguan tidur jenis ini adalah merupakan kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berkelebihan terutama pada siang hari. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti kerusakan system saraf, gangguan pada hati atau ginjal, atau karena gangguan metabolisme (contohnya : hipertiroidisme). Pada kondisi tertentu, hipersomnia dapat digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari tanggung jawab pada siang hari.
  4. Narkolepsi. Jenis gangguan tidur ini adalah gelombang kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara tiba-tiba pada siang hari. Gangguan ini disebut juga sebagai "serangan tidur" atau sleep attack. Penyebab pastinya belum diketahui. Diduga karena kerusakan genetik system saraf pusat yang menyebabkan tidak terkendali lainnya periode tidur REM. Alternatif pencegahannya adalah dengan obat-obatan, seperti contohnya adalah amfetamin atau metilpenidase, hidroklorida, atau dengan antidepresan seperti imipramin hidroklorida.
  5. Apnea saat tidur. Gangguan tidur jenis ini adalah suatu kondisi terhentinya nafas secara periodik pada saat tidur. Kondisi ini diduga terjadi pada orang yang mengorok dengan keras, sering terjaga di malam hari, insomnia, mengatup berlebihan pada siang hari, sakit kepala disiang hari, iritabilitas, atau mengalami perubahan psikologis seperti hipertensi atau aritmia jantung.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai jenis gangguan tidur dan semoga bisa bermanfaat.

Tuesday, May 15, 2012

Kebutuhan Tidur Anak

Kebutuhan Tidur Anak.Banyak manfaat yang kita dapatkan dalam aktifitas tidur kita. Diantara manfaat tidur adalah tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin, selama tidur tubuh akan bisa menyimpan energi. Demikian pula tidur bagi anak.Kebutuhan tidur anak tentunya berbeda dibanding kebutuhan tidur orang dewasa, baik dalam hal kualitas dan juga kwantitasnya. Semoga artikel dan makalah mengenai pola dan kebutuhan tidur anak ini dapat memberikan manfaat.

Sebagai orang tua, kita jangan sekali-kali menyepelekan apa yang dinamakan dengan kebutuhan tidur anak ini. Karena, saat tidur pertumbuhan otak balita (bayi di bawah 5 tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jantung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia dalam keadaan terbangun. Inilah salah satu pentingnya kebutuhan tidur anak yang harus kita ketahui juga.

Masalah tidur pada anak membawa berbagai dampak, yang hingga kini belum didefinisikan secara lengkap, di antaranya adalah gangguan pertumbuhan, kesehatan kardiovaskular, fungsi kognitif dan perilaku sehari-hari. Kemampuan akademik pada berbagai tingkatan usia juga dapat dipengaruhi oleh gangguan tidur yang tidak terdiagnosis. Meskipun dampak dari gangguan tidur yang tidak disadari ini telah semakin jelas, namun masih sedikit penelitian yang telah dilakukan.

Kebutuhan tidur anak, Blog Keperawatan

Berikut beberapa pola dan kebutuhan tidur anak dan pola tidur bayi / anak yaitu :
  • Usia 1 - 4 minggu. Pola tidur bayi baru lahir adalah sebentar-bentar namun sering. Kebutuhan tidurnya sekitar 15-18 jam. Pola tidurnya belum teratur, karena belum mempunyai jam biologis sendiri. Untuk bayi prematur, umumnya pola tidurnya lebih lama dari bayi normal pada umumnya. Jumlah tidur yang dibutuhkan : 10,5 - 18 jam / hari.
  • Usia 1 - 4 bulan. Pola tidur pada usia ini mulai terbentuk. Durasi paling lama untuk sekali tidur bisa 4-6 jam. Kebutuhan tidur perhari adalah 14-15 jam. Namun bayi masih rancu membedakan siang dan malam, jadi bagi mereka tidak ada tidur siang atau pun malam.
  • Usia 8- 12 bulan. Idealnya pada usia ini tidur dalam 15 jam sehari. Pola tidurnya sudah seperti orang dewasa. Lebih banyak di malam hari, bisa mulai tidur pukul 19.00 bangun sekitar pukul 07.00 atau bahkan lebih siang. Sementara tidur siang biasanya pukul 10 atau 12, selama 1 - 2 jam atau bisa lebih.
  • Usia 1 - 3 tahun. Tidur siang semakin sedikit, hanya tidur siang dalam sehari dan berlangsung sekitar 1 - 3 jam, sisanya dihabiskan di malam hari. Kebutuhan tidurnya 12 - 14 jam, namun biasanya hanya mendapatkan waktu sampai 10 jam per harinya.
  • Usia 3 - 6 tahun. Kebutuhan tidurnya 10 - 12 jam per hari.Jika kecukupan tidur terpenuhi di malam hari anak tidak perlu tidur siang.
  • Usia 7 - 12 tahun. Tidur malamnya semakin larut dan biasanya hanya tidur 9 - 10 jam per hari, bahkan tak jarang lebih sedikit karena tugas atau menonton televesi. Siang hari hampir jarang tidur, kalau pun tidur kira-kira 2-3 jam.
Demikian tadi sahabat mengenai kebutuhan tidur anak dan semoga makalah kebutuhan tidur dan pola tidur anak ini dapat memberikan manfaat sahabat semuanya.

Friday, April 6, 2012

Tidur Yang Baik

Tidur Yang Baik.Beberapa waktu yang lalu Blog Keperawatan telah memposting mengenai tahapan tidur di kali ini akan berbagi artikel kembali mengenai tidur yang baik.Semoga dengan kita mengenal tidur yang baik ini kita akan bisa meningkatkan kualitas serta kwantitas tidur kita dalam sehari-hari.

Tidur didefinisikan dengan sebuah proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan dan juga suatu keadaan di bawah sadar dimana seseorang itu masih dapat untuk dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya.Manusia normal seperti kita pada umumnya tentunya juga melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sedangkan pada masa sekarang ini berbagi macam kasur tersedia.

tidur yang baik,tidur,Blog Keperawatan

Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, kenapa ya? karena saling menekan dengan alas tidurnya.

Posisi tidur yang baik dan benar adalah posisi tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini dapat bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung. Posisi tidur yang membuat bodoh adalah dengan tidur terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini tidak baik hal ini disebabkan karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Bila dilihat waktu tidur yang baik adalah berkisar pada jam 20.00 WIB – 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 – 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya.Hanya saja hal ini tidak lazim di kebanyakan masyarakat kita ini.Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 – 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

Dengan mengenal tidur yang baik ini maka kita diharapkan dapat beraktifitas sehari-hari dengan baik.

Wednesday, March 21, 2012

Tahapan Tidur

Tahapan Tidur.Setelah kemarin kita belajar mengenai resusitasi jantung maka kita akan belajar kembali mengenai tahapan tidur dan semoga artikel Blog Keperawatan ini tentang mengenal tahapan tidur ini bermanfaat.

Pengertian tidur dapat didefinisikan sebagai :
suatu keadaan di bawah sadar dimana seseorang itu masih dapat untuk dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 1997).
Tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan.(Potter & Perry ,2005))
Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dalam tidur adalah :
  • Kebutuhan tidur dan istirahat yang sesuai sama pentingnya dengan kebutuhan nutrisi dan olahraga yang cukup bagi kesehatan.
  • Tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin.
  • Selama tidur tubuh akan bisa menyimpan energi.

pengertian tidur,tahapan tidur,Blog Keperawatan

Menurut Alimul (2006) tahap siklus tidur terdiri dari :
1. Tahap tidur jenis gelombang lambat atau NREM, yaitu terdiri:
  1. Merupakan tahap transisi antara bangun dan tidur dengan ciri-ciri rileks, masih sadar dengan lingkungan, merasa ngantuk, bola mata bergerak dari samping ke samping, frekuensi nadi dan nafas menurun, dapat bangun segera. Tahap ini berlangsung selama 5 menit.
  2. Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri-ciri mata pada umumnya menetap, denyut jantung dan frekuensi nafas menurun, temperatur tubuh menurun, metabolisme menurun, berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit.
  3. Merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi dan frekuensi nafas serta proses tubuh lainnya lambat, disebabkan oleh adanya dominan sistem saraf parasimpatis dan sulit untuk bangun, berlangsung 15-30 menit.
  4. Tahap tidur dalam, dengan ciri kecepatan jantung dan pernafasan menurun, jarang bergerak dan sulit dibangunkan, sekresi lambung menurun dan tonus otot juga menurun serta gerak bola mata cepat.

2. Tahap tidur Paradoks atau REM
Tahap tidur paradoks berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata muncul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 30-100 menit, apabila kondisi orang sangat lelah maka awal tidur sangat cepat dan tidur tahap ini tidak ada. Ciri tidur paradoks adalah disertai mimpi aktif, sangat sulit dibangunkan, tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, frekuensi jantung dan pernafasan menjadi tidak teratur, pada otot perifer terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur, mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan ireguler tekanan darah mengalami fluktuasi, sekresi gaster meningkat dan metabolisme juga meningkat. Tidur paradoks atau REM penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori dan adaptasi.

Demikian tadi sahabat artikel mengenai tahapan tidur dan semoga bermanfaat artikelnya sahabat semuanya